Singkat: Dalam video ini, kami mengeksplorasi aplikasi serbaguna dan keunggulan berkelanjutan dari EFAME Bio Plasticizer untuk Pelapis. Anda akan melihat bagaimana metil ester asam lemak epoksi berbasis bio ini meningkatkan fleksibilitas, stabilitas termal, dan kinerja dalam formulasi industri. Temukan perannya sebagai alternatif terbarukan dalam pelapis, perekat, dan elastomer melalui demonstrasi dunia nyata dan wawasan para ahli.
Fitur Produk terkait:
Bertindak sebagai pemlastis yang efektif untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemampuan kerja pada polimer dan pelapis.
Berfungsi sebagai penstabil untuk meningkatkan stabilitas termal dan ketahanan terhadap kekuningan.
Berfungsi sebagai pengubah untuk meningkatkan karakteristik pemrosesan dan atribut kinerja.
Berasal dari sumber daya terbarukan seperti minyak nabati, mendukung praktik berkelanjutan.
Menunjukkan viskositas rendah hingga sedang dan titik nyala di atas 100 °C untuk penanganan yang aman.
Larut dalam pelarut organik, sehingga mudah dimasukkan ke dalam berbagai formulasi.
Banyak digunakan dalam industri pelapis, perekat, elastomer, dan plastik.
Diproduksi melalui proses yang ketat termasuk transesterifikasi dan epoksidasi untuk kualitas tinggi.
FAQ:
Apa itu Metil Ester Asam Lemak Epoksi (EFAME)?
EFAME adalah senyawa berbasis bio yang berasal dari epoksidasi metil ester asam lemak, digunakan sebagai bahan pemlastis, penstabil, dan pengubah dalam aplikasi industri seperti pelapis dan perekat.
Apa manfaat utama penggunaan EFAME dalam formulasi?
EFAME menawarkan peningkatan fleksibilitas, peningkatan stabilitas termal, dan bersumber dari bahan terbarukan, memberikan alternatif yang berkelanjutan dan berkinerja tinggi dibandingkan pemlastis konvensional.
Di industri manakah EFAME biasa diterapkan?
EFAME banyak digunakan dalam industri pelapis, perekat, elastomer, dan plastik untuk meningkatkan sifat seperti daya rekat, daya tahan, dan elastisitas.
Bagaimana EFAME dimasukkan ke dalam proses manufaktur?
EFAME dapat dicampur dengan bahan-bahan lain selama formulasi, biasanya dalam keadaan panas untuk memastikan dispersi dan kinerja yang optimal pada produk akhir.